Sejarah Hari Batik Nasional: Dari Cinderamata Soeharto Hingga Rahasia Dibalik Warisan UNESCO!
Batik! Siapa sih yang nggak kenal dengan motif kain tradisional khas Indonesia ini? Batik udah jadi identitas nasional kita, bahkan sampai diakuin UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Tapi, pernah kepikiran nggak sih, dari mana sih awal mula Hari Batik Nasional itu?
Ternyata, sejarah Hari Batik Nasional itu unik banget! Semua berawal dari hadiah yang diberikan oleh Presiden Soeharto kepada para tamu negara di tahun 1970-an. Waktu itu, batik masih dianggap sebagai kain sederhana. Tapi, Soeharto melihat potensi besar dari batik, dan dia pun ingin memperkenalkan batik ke dunia internasional.
Nah, Soeharto mulai pakai batik di acara resmi, dan juga memberikan batik sebagai cinderamata kepada para tamu negara. Terus, para tamu negara yang datang ke Indonesia langsung terpesona sama keindahan dan keunikan batik kita. Batik mulai dilirik dunia, dan bahkan jadi trend di beberapa negara.
Dari Cinderamata ke Hari Nasional
Tapi, perjalanan batik ke puncak popularitas nggak semulus itu. Tahun 1980-an, industri batik di Indonesia mulai terpuruk. Banyak pengrajin batik yang kehilangan pelanggan, dan motif batik tradisional mulai dilupakan.
Tapi, di tahun 2009, akhirnya Hari Batik Nasional lahir! Tanggal 2 Oktober dipilih sebagai hari perayaan karena tanggal tersebut merupakan tanggal terbitnya Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 tentang Hari Batik Nasional.
Kerennya, setelah ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional, batik semakin mendapatkan perhatian. Enggak cuma di Indonesia, batik juga makin dikenal di dunia.
Warisan UNESCO, Perjuangan Panjang
Dan, pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Ini sebuah prestasi yang luar biasa, dan membuktikan bahwa batik adalah warisan budaya yang berharga dan harus dilestarikan.
Di balik prestasi itu, ternyata terdapat perjuangan panjang dari para pengrajin batik dan pecinta batik di Indonesia. Mereka terus berusaha memperkenalkan batik ke dunia, dan terus berinovasi untuk menjaga kelestarian batik.
Pesan Moral dari Batik
Hari Batik Nasional bukan cuma perayaan kain tradisional, tapi juga merupakan momentum untuk mengingatkan kita akan pentingnya melindungi warisan budaya kita. Melalui batik, kita bisa menunjukkan keunikan dan kekayaan budaya Indonesia ke dunia.
Sebagai warga negara Indonesia, kita harus bangga sama batik! Kita harus terus menjaga kelestarian batik, dan menyertakan batik dalam kehidupan sehari-hari.
Batik enggak cuma kain, tapi juga salah satu jalan kita untuk menghormati leluhur, menjaga tradisi, dan memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia.
Semoga cerita tentang sejarah Hari Batik Nasional ini bisa menginspirasi kita semua untuk terus mencintai dan melestarikan batik Indonesia!